Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan dukungannya terhadap rencana peraturan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) yang membatasi penggunaan gawai bagi anak-anak.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan perangkat digital yang berlebihan.
Batasi Penggunaan Gawai
Mendikdasmen menilai penggunaan gawai oleh anak perlu diatur secara bijak. Pembatasan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kegiatan belajar maupun interaksi sosial.
Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perkembangan anak, baik dari sisi kesehatan maupun perilaku.
Karena itu, kebijakan pembatasan dianggap sebagai langkah preventif.
Lindungi Anak di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak semakin mudah mengakses berbagai konten digital.
Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap anak menjadi semakin penting.
Pemerintah menilai pengaturan penggunaan gawai dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak.
Peran Orang Tua dan Sekolah
Selain regulasi pemerintah, peran orang tua dan sekolah juga dinilai sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Orang tua diharapkan dapat mengatur waktu penggunaan perangkat digital di rumah.
Sementara itu, sekolah dapat memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
Dorong Literasi Digital
Pembatasan penggunaan gawai juga perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital.
Anak-anak perlu diajarkan bagaimana menggunakan teknologi secara produktif dan aman.
Melalui literasi digital, anak dapat memahami manfaat serta risiko penggunaan teknologi.
Kebijakan Masih Dibahas
Rencana peraturan pembatasan gawai bagi anak masih dalam tahap pembahasan oleh pemerintah.
Berbagai pihak diharapkan dapat memberikan masukan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi generasi muda.

