Klaim Stres Hadapi Kasus Ijazah, Dokter Tifa Sarankan Jokowi Berobat ke Luar Negeri

By admin Nov 19, 2025

JAKARTA, DETIKNEWS (delapantoto) — Salah satu tersangka dalam kasus dugaan penyebaran isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dokter Tifauziah Tyassuma (Dokter Tifa), kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Dokter Tifa secara terbuka menyarankan Presiden Jokowi untuk berobat ke luar negeri, mengklaim bahwa stres yang dihadapi Presiden akibat kasus ijazah tersebut berpotensi mengganggu kesehatan.

Pernyataan ini segera menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, mengingat status Dokter Tifa sebagai tersangka dalam kasus yang ia komentari.


Klaim Stres dan Saran Berobat ke Luar Negeri

 

Dokter Tifa, yang dikenal sering melontarkan pandangan nyeleneh di media sosial, menyampaikan saran ini setelah menjalani pemeriksaan maraton di Polda Metro Jaya pada Kamis (13/11/2025).

  • Dugaan Stres: Dokter Tifa mengklaim bahwa isu ijazah palsu, yang disebarkannya bersama tersangka lain seperti Roy Suryo, telah menciptakan tekanan mental dan stres yang sangat tinggi pada Presiden Jokowi.

  • Saran Khusus: “Kalau saya sarankan, Pak Jokowi sebaiknya ambil cuti panjang dan berobat ke luar negeri untuk memulihkan diri dari stres ini. Tekanan ini tidak baik untuk kesehatan,” ujar Dokter Tifa kepada awak media.

  • Kaitan dengan Kasus: Pernyataan ini sontak dipertanyakan karena ia sendiri adalah tersangka yang dituduh turut memperkeruh suasana dengan menyebarkan isu yang telah diklaim polisi sebagai hoaks dan pencemaran nama baik.

Pemeriksaan dan Status Hukum Dokter Tifa

 

Dokter Tifa, bersama Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

  • Pemeriksaan Intensif: Dalam pemeriksaan terakhir, Dokter Tifa dicecar sebanyak 86 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait dasar dan sumber informasinya menyebarkan isu ijazah palsu tersebut.

  • Tidak Ditahan: Meskipun berstatus tersangka, Dokter Tifa bersama tersangka lainnya tidak ditahan oleh penyidik. Kombes Pol Budi Hermanto (Kabid Humas Polda Metro Jaya) menegaskan keputusan ini didasarkan pada pertimbangan subjektif penyidik dan kooperatifnya tersangka.

Reaksi Publik dan Politisasi Isu Kesehatan

 

Pernyataan Dokter Tifa ini cenderung dilihat oleh sejumlah pengamat politik sebagai upaya untuk menggiring opini publik dan mempolitisasi isu kesehatan, alih-alih berfokus pada proses hukum yang sedang dihadapinya.

Pihak Istana Kepresidenan sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait saran ini, namun sebelumnya telah menegaskan bahwa isu ijazah palsu tersebut telah terbukti tidak benar dan merupakan tindakan pencemaran nama baik.

By admin

Related Post