Jakarta – Organisasi kepemudaan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengajak warga terdampak bencana untuk tidak lagi tinggal di tenda darurat dan segera beralih ke hunian yang lebih layak dan aman.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi para penyintas yang masih bertahan di pengungsian dalam jangka waktu cukup lama.
Dorong Hunian Lebih Layak
AMPG menilai tinggal terlalu lama di tenda darurat berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan warga, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Kami mendorong agar warga bisa segera menempati hunian yang lebih layak, baik melalui relokasi maupun bantuan pemerintah,” ujar perwakilan AMPG.
Hunian sementara maupun tetap dinilai lebih mampu memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem serta meningkatkan kualitas hidup penyintas.
Perhatikan Aspek Kesehatan dan Psikologis
Selain kondisi fisik, tinggal di tenda dalam waktu lama juga berdampak pada kesehatan mental para korban bencana.
Keterbatasan fasilitas, kepadatan, serta ketidakpastian masa depan menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi psikologis warga.
AMPG menekankan pentingnya percepatan penanganan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Dukung Percepatan Pemulihan
Organisasi tersebut juga menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Bantuan yang diberikan meliputi distribusi logistik, dukungan relawan, hingga pendampingan bagi warga terdampak.
Perlu Sinergi Semua Pihak
AMPG menilai penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta.
Dengan sinergi yang kuat, proses relokasi dan pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Harapan bagi Penyintas
AMPG berharap para penyintas bencana dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak, sehingga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan secara manusiawi dan berkelanjutan.

